51. Sakit

1418 Kata

"Besok nggak usah bawa anak kalau kerja Ga, selain mengganggu, bahaya juga buat dia kalau begini." Raga tak menjawab, dia mengobati dan membalut luka kecil di jari Vano. Otaknya sedang berpikir bagaimana dia harus memberitahu Khavi jika Vano adalah anak dia sendiri. Agar dia tidak se-cuek ini. Setelah itu sampai jam kerja usai Raga selalu mendudukkan Vano di sampingnya. Raga melihat raut takut di wajah Vano setiap kali matanya bertemu tatap dengan Khavi. Menyedihkan karena laki-laki itu adalah Ayahnya sendiri. "Lo kalau datang ke kantor cuma buat bengong mending tidur di rumah, Ga." "Maaf." Sepertinya ia tidak mendengar ketika Khavi memanggil. Masalah ini membuat konsentrasi Raga dalam bekerja kurang, sepertinya apapun yang terjadi nanti ia harus mulai memberitahu keluarga Khavi te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN