Bab 15

845 Kata

Jevan berdiri di ambang pintu dapur beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Matanya terpaku pada punggung Vania yang sedikit terbuka oleh tali halus pakaian rumahan yang dipakainya. Lampu dapur yang hangat membuat kulit Vania tampak semakin lembut, makin membuat Jevan harus memaksa dirinya untuk tidak terpaku terlalu lama. Sementara itu, Vania pura-pura tidak sadar diperhatikan. Kedua tangannya lincah mengaduk krim, mencampur bahan, menakar gula, dan memeriksa suhu oven. Gerakan-gerakannya begitu anggun dan otomatis, seolah tubuhnya sudah hafal bagaimana membuat dessert Prancis itu tanpa harus berpikir. Namun sebenarnya dadanya berdebar kencang. Dia tahu Jevan sedang memperhatikan. Dia tahu aroma parfumnya menyelinap ke hidung Jevan. Dia tahu garis lehernya yang terlihat sengaja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN