Bab 130

1001 Kata

Pagi itu suasana kampus terasa sama seperti hari-hari biasa. Mahasiswa mulai memenuhi lorong-lorong gedung, suara langkah kaki bercampur dengan obrolan ringan dan bunyi pintu kelas yang dibuka-tutup. Di salah satu ruang kelas di lantai dua, para mahasiswa sudah mulai duduk di tempat masing-masing. Jelita duduk di bariisan tengah dekat jendela. Di depannya ada laptop yang sudah terbuka, tapi sebenarnya ia belum benar-benar fokus membaca materi. Matanya sesekali menatap layar, sesekali menatap keluar jendela. Beberapa temannya di samping masih mengobrol pelan. “Katanya dosen yang masuk hari ini masih muda,” kata salah satu temannya. “Yang kemarin itu?” tanya yang lain. “Iya, Andrew.” Nama itu langsung membuat jari Jelita berhenti bergerak di keyboard. Ia tidak menoleh. Ia hanya men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN