Bab 127

1950 Kata

Pagi itu rumah sudah mulai sibuk sejak matahari baru naik. ART sudah mondar-mandir di dapur. Mirna membaca koran di ruang makan. Jevan bersiap untuk berangkat ke kantor. Di ruang keluarga, Vania berdiri di depan cerjmin panjang sambil merapikan tas kuliahnya. Perutnya sudah sangat terlihat. Tujuh bulan bukan lagi kehamilan kecil. Langkahnya memang sedikit lebih pelan dari biasanya, tapi wajahnya terlihat cukup bersemangat. Ia memasukkan buku catatan terakhir ke dalam tas, lalu menarik napas kecil. “Aku masih bisa,” gumamnya pada dirinya sendiri. Di sofa, Jelita yang sejak tadi memperhatikan tanpa bicara akhirnya tidak tahan. Ia menatap Vania dengan wajah datar. “Kamu mau ke mana?” Vania menoleh santai. “Ke kampus.” Jelita langsung menghela napas panjang. “Ayolah.” “Kenapa?” “Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN