Bab 126

2091 Kata

Siang itu rumah terasa cukup tenang. Mirna sedang beristirahat di kamar tamu. Jevan kembali ke kantor setelah memastikan Vania benar-benar lebih baik. ART sedang di dapur menyiapkan makan siang. Di ruang keluarga, televisi menyala cukup keras. Sebuah sinetron sedang tayang. Musik latarnya dramatis sekali. Pemeran utamanya seorang peremhpuan muda yang selalu menangis, selalu disalahkan, selalu difitnah oleh hampir semua orang di sekitarnya. Vania duduk di sofa dengan bantal di pangkuannya. Matanya sudah mulai berkaca-kaca sejak adegan lima menit lalu. “Kasihan sekali,” gumamnya pelan. Di sampingnya, Jelita duduk sambil memainkan ponsel. Awalnya ia tidak benar-benar memperhatikan. Tapi karena volume televisi cukup keras, mau tidak mau ia ikut mendengar dialognya. “Aku tidak bersalah!”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN