Malam itu rumah sudah tenang. Mirna sudah masuk kamar tamu. Jelita ada di kamarnya sejak sore karena ada tugas yang harus ia selesaikan. Jevan sedang di ruang kerja, menyelesaikan beberapa berkas sebelum tidur. Vania baru saja keluar dari kamar mandi. Langkahnya pelan. Wajahnya terlihat tidak nyaman. Ia menghela nafas kasar sambil memegang dinding sebentar untuk menahan tubuhnya. Rbasanya tidak enak. Setiap kali buang air kecil, ada rasa perih yang membuatnya meringis. Perutnya sudah besar, kandung kemihnya sering tertekan, dan sekarang ditambah rasa tidak nyaman itu. “Kenapa sih begini,” gumamnya pelan dengan suara hampir putus. Ia mencoba berjalan kembali ke arah kamar, tapi langkahnya terasa berat. Punggungnya masih sering pegal. Sekarang ditambah rasa perih setiap kali ingin ke ka

