Bab 124

1088 Kata

Sore itu rumah kembali ramai, tapi dengan suasana yang berbedab. Bukan ramai karena perdebatan atau tawa keras, melainkan karena suara langkah tegas yang khas dan aroma parfum lembut yang sudah sangat dikenal Jelita sejak kecil. Bel rumah berbunyi. Jelita yang sedang duduk di ruang tamu langsung berdiri begitu mendengar suara itu. Entah kenapa ia seperti sudah tahu siapa yang datang. Begitu pintu dibuka, seorang wanita elegan dengan rambut yang sudah mulai memutih tapi tetap tertata rapi berdiri di sana. “Nenek!” seru Jelita spontan. Mirna tersenyum lebar, matanya berbinar hangat. Ia langsung masuk dan mencium pipi Jelita kiri dan kanan dengan lembut. “Kamu makin kurus,” komentar Mirna sambil memegang kedua pipi cucunya. Jelita terkekeh kecil. “Tidak, Nek.” “Putus cinta bikin kurus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN