Bab 123

2717 Kata

Malam sudah benar-benar larut ketika rumah itu kembali tenggelam dalam sunyi. Lampu kamar hanya menyisakan cahaya redup dari lampu tidur di sudut ruangan. Jevan sudah tertidur lebih dulu, napasnya stabil dan dalam. Satu tangannya tetap terulur seperti biasa, menyentuh sisi tempat Vania berbaring. Awalnya Vania tidur cukup lelap. Namun sekitar pukul dua lewat sedikit, ia mulai bergerak gelisah. Ada rasa nyeri yang perlahan muncul di punggung bagian bawahnya. Bukan sakit yang tajam, tapi seperti pegal berat yang terus menekan. Ia mencoba mengubah posisi. Miring ke kanan. Tidak nyaman. Miring ke kiri. Tetap terasa. Telentang sebentar, lalu cepat kembali miring karena perutnya sudah terlalu besar untuk posisi itu. Ia menghembuskan napas pelan, mencoba menahan. “Ah…” desisnya lirih. Rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN