Bab 63🔞

1593 Kata

Hening malam memeluk rumah besar tersebut, hanya gemerisik angin dari luar jendela yang berbisik. Jevan melangkah pelan, seperti bayangan yang menyelinap. Pintu kamar Vania sedikit terbuka, celah tipis mengundang. Napasnya tertahan di kerongkongan, irama jantungnya berpacu saat matanya menangkap siluet. Vania terbaring di tengah ranjang, tubuhnya tenggelam dalam bantal-bantal empuk, gaun tidur tipisnya mengikuti lekuk tubuh. Kain sutra itu seolah meleleh di atas kulitnya, hanya menutupi sebatas yang perlu, sisanya menyerahkan diri pahda imajinasi. Garis pahanya yang mulus terlihat jelas, mencuat dari balik lipatan kain. Jevan menelan ludah, lidahnya bergerak, membasahi bibir yang tiba-tiba terasa kering. Sebuah gairah membara, panas, dan mendesak, menyergapnya dari dalam. Dia bergerak ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN