Bab 64

1431 Kata

Pagi itu rumah masih diselimuti udara dingin sisa hujan semalam. Cahaya matahari menembus tirai kamar Vania, membuat gadis itu sudah terjaga sejak beberapa menit lalu. Ia berdiri di depan cermin, memastikan kemeja kampusnya rapi, rambutnya terikat sederhana, wajahnya tampak seperti biasanya—tenang, wajar, tidak menyisakan jejak apa pun dari kegelisahan yang masih berputar di kepalanya sejak bangun tidur. Ketukan pintu terdengar pelan, lalu pintu kamar terbuka tanpa menunggu jawaban. “Van,” suara Jelita terdengar santai. Vania refleks menoleh, jantungnya berdegup sedikit lebih cepat saat melihat sahabatnya berdiri di ambang pintu dengan raut penasaran. “Kamu udah siap?” tanya Jelita sambil melirik jam di ponselnya. “Kita bentar lagi harus berangkat.” “Iya,” jawab Vania cepat, berusaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN