Sore itu langit mulai menguning ketika Vania berdiri sendirian di dapur. Rumah terasa lebih sunyi dibanding pagi tadi. Jevan masih di kantor. Jelita berada di kamar sejak pulang kuliah, pintunya tertutup rapat seperti batas yang belum sepenuhnya terbuka. Vania memandangi meja dapur yang sudah dipenuhi bahan-bahan masakan. Ayam segar sudah dipotong. Santan kental ada dalam mangkuk. Bumbu halus—bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, cabai merah—tersusun rapi. Di sisi lain, udang besar yang sudah dibersihkan menunggu digoreng sebelum dilumuri balado. Gulai ayam dan udang goreng balado. Makanan kesukaan Jelita sejak dulu. Sejak mereka masih sering memasak bersama di apartemen kecil Vania, tertawa tanpa memikirkan apa pun. Ia tahu Jelita masih marah. Bukan hanya karena pernika

