Siang itu rumah terasa terlalu sepi. Jevan di kantor. Jelita di kampus. Asisten rumah tangga sudah selesai bersih-bersih dan kini berada di dapur belakang. Televisi menyala di ruang tengah, tapi Vania bahkan tidak benar-benar memperhatikan apa yang diputar. Suaranya hanya menjadi latar kosong yang tidak mengusir rasa bosan. Ia duduk di sofa dengan kaki dilipat ke samping, satu tangan memegang ponsel, tangan lainnya tanpa sadar mengusap perutnya yang kini mulai sedikit mengeras walau belum terlihat jelas. Dua belas minggu. Tubuhnya sudah menyesuaikan diri, mualnya mulai berkurang, energinya perlahan kembali. Namuun pikirannya justru terasa lebih sibuk. Ia merindukan kampus. Aula besar dengan suara dosen yang menggema. Diskusi di kelas. Aroma buku dan kertas fotokopi. Tawa teman-teman

