Sore mulai turun perlahan ketika suara mobil Jevan terdengar masuk ke halaman rumah. Mesin dimatikan, pintu mobil terbuka, dan langkah kaki lelaki itu terdengar tegas menuju pintu depan. Di dalam rumah, Vania sudah menunggu. Ia duduk di sofa dengan posisi yang tidak sepenuhnya santai. Tangannya saling menggenggam di atas perutnya. Sejak Joana pergi siang tadi, pikirannya tidak benar-benar tenang. Bukan karena ia takut. Tapi karena ada sesuatu yang mengganggu. Langkah kaki Jevan semakin dekat. Pintu terbuka. Jevan masuk seperti biasa, melepas jasnya sambil berjalan ke dalam. Namun langkahnya berhenti ketika melihat Vania yang duduk diam dengan wajah tidak seperti biasanya. “Ada apa?” tanyanya langsung. Vania menoleh. Beberapa detik ia hanya menatap Jevan. Lalu pelan, suaranya kel
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


