Pagi itu rumah terasa lebih terang dari biasanya. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar ruang tengah, memantul di lantai marmer yang mengilap. Aroma kopi baru diseduh tercium samar. Mira sudah berdiri di dekat sofa, mengenakan pakaian kasual yang pas di tubuhnya, sederhana namun jelas menonjolkan siluetnya. Rambutnya tergerai rapi, wajahnya dipoles tipis namun terlihat segar. Senyum di bibirnya terangkat ketika mendengar langkah kaki dari tangga. Jevan turun dengan penampilan yang sudah rapi. Kemeja putih bersih, jas disampirkan di lengan, jam tangan terpasang di pergelangan. Wajahnya tampak tenang, meski matanya menyiratkan kelelahan yang belum sepenuhnya hilang. “Pagi,” sapa Mira manis. “Pagi,” jawab Jevan singkat. Mira langsung melangkah mendekat, meraih lengan Jevan dan meme

