Bab 13

1611 Kata

Jelita berhenti tepat di depan pintu kamar Vania. Tangannya masih menggenggam strap tas kampus ketika matanya membesar pelan. Vania berdiri di depan cermin, gaun ketat berwarna gelap membalut tubuhnya, potongannya sederhana tapi jelas berbeda dari gaya Vania yang biasa. Rambutnya dibiarkan terurai rapi, wajahnya dipoles make up cukup tebal, bulu matanya lentik, bibirnya berwarna merah muda pekat. Jelita mengedip. Sekali. Dua kali. “Vania?” suaranya terdengar ragu, seperti sedang memastikan ia tidak salah kamar. Vania menoleh perlahan. Tatapannya tenang. Terlalu tenang. “Kenapa?” tanyanya singkat. Jelita melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya. Ia mengitari Vania dari atas sampai bawah, ekspresi bingungnya semakin jelas. “Kamu… mau ke mana pagi-pagi begini?” tanya Jelita. “Ke k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN