Sahnum dan Kabiru berjalan-jalan berdua di sekitar luar gedung Cafe. Kedua insan anak manusia itu yang semula tidak mempunyai hubungan apa-apa, kini menjadi calon suami istri. Sahnum menatap langit malam yang tampak cerah. Perempuan itu menghirup napasnya berkali-kali. Sahnum memang benar ia tidak memikirkan pernikahan, tapi saat takdir terus mempertemukannya dengan Kabiru, Sahnum pikir ini adalah jalan takdir yang harus ia lalui. Sejauh apa Sahnum berusaha move on, tapi tetap nama Kabiru masih terselip di hatinya. Kini gandengan tangan yang sudah lama tidak dia rasakan, kini ia rasakan lagi. Rasanya tetap sama, masih sehangat dulu. “Kabiru,” panggil Sahnum. “Iya,” jawab Kabiru. “Kenapa kamu langsung melamarku kemarin?” tanya Sahnum. “Aku selalu meminta jawaban atas keresahan hati

