Bryan akhirnya tiba di kampung sebelumnya, tak di sangkanya Rian akan menggiring dia kembali ke tempat ini. Sebernarnya Bryan tidak tahu kenapa Rian memilih tempat ini untuk pertarungan terakhir mereka. "Cih, apa lagi sekarang rencananya?" kata Bryan kesal. Dengan hanya bersenjatakan pistol, Bryan nekat memasuki kampung itu lagi dan berjalan tenang menuju menara di ujung utara kampung sebelumnya. Tidak ada satu pun bawahan yang menemaninya, ini memang beresiko akan tetapi Bryan sudah tidak ingin ada lagi korban lain berjatuhan akibat keegoisannya. Bryan dapat melihat jelas mobil Rian yang terparkir di dekat menara, mobil sport hitam yang biasa Rian gunakan kemana pun ia pergi. "Kemana semua penjaganya? Apa dia menyembunyikan mereka?" gumam Bryan sembari melihat sekelili