Kembalilah..

3287 Kata

   Hari yang sama dengan suasana getir menyelimuti tubuh Bryan, pria itu masih tetap terduduk lemas di atas jembatan kayu yang bergoyang-goyang. Hatinya sungguh kacau, sekali lagi dia kehilangan salah satu orang yang sangat berarti setelah Amalia.    Dua jam yang lalu tepatnya pukul tiga dini hari, sang sahabat Teuku Ariyan Mahendra terjatuh ke dalam jurang dan Bryan tetap berada di tempat yang sama, tidak bergerak sedikit pun. Butir-butir air matanya yang jatuh telah mengering seiring dengan munculnya sang mentari.    "Rian,.. maafkan aku, sekali lagi maafkan aku.." gumam Bryan dengan mata sembab nan lelah.    Bryan akhirnya berjalan meninggalkan tempatnya terakhir kali bertemu dengan Rian, untuk yang terakhir kalinya ia memandangi jurang dimana tubuh sang sahabat berada.   

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN