Dia pulang ... Dia memelukku erat sekali. Dia juga mencium ku lembut sekali. Dia memberikan kasih sayang yang begitu indah dan terlihat tulus. Dia memeprlihatkan sikap yang seolah apa yang dikatakan Angelika padaku itu tidak lah benar. Karena Asegap sangat mencintaiku, bahkan sampai saat ini ... ku tepis apa yang terdengar di benaku tentang apa yang dikatakan oleh Angelika padaku. Namun ... bagaimana jika benar apa yang dikatakan Angelika itu adalah sebuah kebenaran? "Kamu baik baik aja kan sayang?" Aku hanya terdiam dengan sebuah anggukan. Dia tersenyum tipis memegang kedua sisi wajahku. "Maafkan aku ..." Untuk apa dia meminta maaf padaku. Apakah dia memiliki sebuah kesalahan? atau ... memang dia sedang merasa bersalah padaku, karena ia tahu siapa yang telah melenyapkan ibuku.