“Apa-apaan ini? Kenapa Tuan Ishan jadi begini? Selama aku mengenalnya, aku nggak pernah melihat dia sehancur ini,” tutur Leo dengan ruat wajah keheranan. Selama sepuluh tahun lebih dia mengenal seorang Ishan Kawindra, dia tidak pernah melihat bosnya itu terlihat frustasi sampai seperti ini. Meskipun masalah besar menghadang pria kuat itu, tapi dia tetap tegar dengan pembawaannya yang tenang. Namun, kali ini apa? Arkan pun juga sama herannya. Dia tidak pernah melihat Ishan semenyedihkan ini. Yang dia tahu Ishan selalu tegak berdiri tegap dengan pembawaannya yang terlihat tenang dan tatapan yang selalu dingin. “Ayo segera kita bawa dia pulang, jangan sampai ada musuh yang sampai melihatnya seperti ini,” ajak Lukas sambil membopong tubuh tegap Ishan yang kini tampak lunglai karena mabuk

