Ishan keluar dari ruangan tim satu dengan tatapan tajam setajam mata elang. Meskipun dia mendapatkan tamparan keras dari Iresh, tapi hatinya berbunga-bunga. Ya … dia merasa sangat senang karena ternyata dialah laki-laki pertama yang mencium Iresh. Katakanlah Ishan sudah gila karena kenyataan yang baru saja dia ketahui. Yang jelas dia akan lebih gila memikirkan gadis itu. Pesona seorang Ireshi Kiana benar-benar bisa mengalihkan dunianya. Ishan berjalan dengan langkah santainya menuju ke ruangannya, sedangkan Iresh tampak masih berdiri dan menatap lurus ke depan, tepatnya ke arah jendela besar yang ada di ruangannya. Meskipun tampak menatap ke luar jendela, tapi tatapannya terlihat kosong. Perempuan itu tidak bisa berkata-kata lagi karena kejadian yang menimpa dirinya tidak pernah terl

