Pagi harinya Iresh bekerja seperti biasanya. Namun, kali ini dia berusaha menghindari Ishan karena dia masih marah dengan hinaan yang dilontarkan oleh pria itu kepada dirinya. Gadis itu memang sengaja menghindari Ishan. Bagaimanapun caranya dia jangan sampai bertemu secara langsung dengan pria aneh itu. Hatinya masih terluka akibat ucapan Ishan yang sudah sangat merendahkannya. “Resh … ke kantin, yuk,” ajak Rani kepada Iresh. “Kalian duluan aja, deh. Ini lagi tanggung, nanti aku nyusul,” jawab Iresh beralasan. Terpaksa dia harus berbohong kepada rekan-rekannya yang sudah mengajaknya untuk makan siang bersama di kantin. Dia memang sengaja ingin pergi ke kantin sendirian karena tidak ingin Ishan sampai melihatnya. Jika dia sedang bersama yang lainnya, tentu dia tidak akan bisa menghi

