“Oh … Anda mencari Tuan Ishan?” tanya si bartender dengan ramah. Pemuda berkulit putih itu bertanya untuk memastikan jika pendengarannya tidak mengalami masalah. Orang yang sedang dicari oleh perempuan itu bukan orang sembarangan. Oleh karena itu, dia harus memastikan terlebih dahulu karena dia tidak ingin menyinggung pelanggan kaya raya dan sekaligus terkenal kejam itu. Iresh pun menganggukkan kepalanya. Sesuai yang diminta oleh pria pemilik mobil tadi melalui panggilan telepon. Dia tidak tahu apakah itu merupakan orang yang sama dengan yang dia ingat namanya. “Kalau begitu, mari saya antar,” ucap si bartender tersebut sambil berjalan meninggalkan meja setelah memberi tahu salah satu temannya terlebih dahulu. Pria yang sedang duduk dengan tenang di sebelah Iresh, tampak diam sambi

