bc

RANJANG PANAS OM KANA

book_age18+
9.1K
IKUTI
111.2K
BACA
revenge
forbidden
love-triangle
family
HE
age gap
fated
opposites attract
second chance
friends to lovers
badboy
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
bold
brilliant
small town
enimies to lovers
secrets
like
intro-logo
Uraian

Kana Bagaskara 29 tahun seorang CEO muda dari keluarga Bagaskara, terpaksa menikahi keponakannya sendiri, yaitu Keyra Alina Bagaskara yang baru berusia 19 tahun. Bukan karena keinginannya, melainkan karena fitnah kejam yang gadis itu lakukan di hari pernikahannya dengan Laras, wanita yang dia cintai. Seujung kukupun Kana tak pernah menyentuh bagian intim dari Keyra, bagaimana tiba-tiba gadis itu mengaku tengah hamil anaknya dan meminta pertanggungjawaban? Kana tak terima dengan apa yang dilakukan Keyra, karena dengan begitu dirinya yang berstatus anak angkat telah kehilangan kepercayaan, kehilangan harga diri, kedudukan, juga wanita yang dia cintai. Membuat hati Kana di penuhi amarah dan dendam. Kana bersumpah akan membuat Keyra menyesali perbuatannya, akan membuat dia paham jika sikap nekadannya adalah sebuah kesalahan. Apa yang Keyra lakukan tidak hanya menggagalkan pernikahannya, tapi juga sesuatu yang sudah dia susun jauh-jauh hari menjadi hancur berantakan karena ulah Keyra.Lalu, seperti apa rumah tangga Kana dan Keyra, akankah Keyra sanggup bertahan menjadi istri Kana yang kini menjadi dingin tak tersentuh? Memperlakukan tubuhnya semena-mena, menjadi miskin dan tak punya apa-apa. Bahkan untuk makan sehari-hari saja sangat sulit karena Kana membawa Keyra tinggal di desa yang cukup jauh dari kota dan keramaian. Sampai kapan Keyra sanggup tinggal dan hidup di desa dengan minim fasilitas dan makan seadanya? Tanpa perhatian apalagi kasih sayang dari orang yang berstatus sebagai suaminya? Akankah pengorbanan Keyra yang mau hidup susah membuahkan hasil? Siapa yang akan kalah disini, Keyra yang menyesali keputusan membuat Kana menikahinya, atau Kana yang menyesal karena terlambat menyadari dan mengakui perasaannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Mengacaukan Pernikahan Om Kana
Keyra Alina Bagaskara menyeka keringat di keningnya. Dia berlari sekuat tenaga, napasnya terengah-engah, sementara kakinya melangkah cepat di atas trotoar. Hotel megah di depannya terasa jauh untuk di jangkau. Disanalah tempat di mana Kana Bagaskara, Om-nya, akan mengikat janji suci pernikahan dengan wanita lain. Kekasihnya selama tiga tahun yang bernama Laras. Keyra tidak peduli dengan tatapan orang-orang di sekitarnya. Mereka jelas tahu siapa dirinya hingga tak ada larangan untuk masuk meskipun dengan pakaian yang tak sesuai. Keyra terus berlari sampai berdiri tak jauh dari tempat dengan kursi yang ditata rapi. Dia ingin menghentikan Om Kana sebelum terlambat. Memiliki Om Kana bukan rencana, ia tahu ini adalah bencana, tapi hatinya tak bisa membiarkan laki-laki itu dimiliki wanita lain. Kana yang terlihat mulai menjabat tangan Ayah dari Laras membuat Keyra panik. Apapun caranya, dia tidak mau kehilangan Om Kana, Om Kana tidak boleh menikah dengan wanita lain atau dirinya akan menyesal. "Bismillahirrahmanirrahim, saya terima...." "Stop, Om!" Suara Keyra terdengar menggelegar ditengah suasana hening orang-orang yang ingin mendengar Kana mengucap ijab qabul. "Key?" Wina, Ibunda dari Keyra yang tak lain adalah Kakak Kana segera menghampiri putrinya yang terlihat kacau. "Hentikan pernikahan ini, Om Kana nggak boleh nikah sama orang lain, Ma!" "Keyra? Kamu kenapa sayang? Jangan ganggu acara Om Kana, kamu mau ganti baju dulu buat acara ini atau bagaimana? Ayo, Mama antar." "Nggak Ma, aku kesini bukan buat menghadiri pernikahan Om Kana, tapi untuk menggagalkannya." "Key, kamu kenapa?" Tanya Wina yang perasaannya mulai tidak enak. "Om Kana nggak boleh menikah sama Tante Laras, aku lagi hamil anak dia. Dia harus bertanggungjawab!" Ucapan Keyra mengejutkan semua keluarga juga tamu undangan yang hadir di sana. Mereka tahu siapa Keyra, dan apa yang dia katakan tentu saja bukan hal normal walaupun sebagian besar tahu bahwa Kana hanya anak angkat. Akan tetapi, seorang paman menghamili keponakannya sendiri adalah sesuatu yang sangat memalukan. Apalagi untuk keluarga terpandang seperti Irwan Bagaskara. Tanpa mengatakan apapun, keluarga Laras menarik mempelai wanita untuk menyingkir dari pelaminan. Mereka terkejut, malu, dan kecewa. "Apa benar itu, Kana?" Irwan yang tak lain adalah kakek Keyra berdiri dan menatap tajam mata putra angkatnya. "Tidak Yah, aku tidak pernah melakukan apapun." "Tapi aku bawa buktinya, Om!" teriak Keyra. Keyra memperlihatkan sebuah alat tes kehamilan bergaris dua yang sudah dia siapkan, dan sebuah foto dia dan Om Kana yang tengah tidur di ranjang yang sama. Sebuah tamparan keras dari Ayahnya mendarat di pipi Kana. Menyakitkan, tapi lebih menyakitkan kebohongan yang Keyra tuduhkan padanya. "b******k kamu, Ka. Adik macam apa kamu hah? Sebagai paman seharusnya kamu melindungi Keyra, bukan malah merusaknya!" teriak Wina. "Aku tidak melakukan apa-apa, Kak." "Kamu jahat, Kana!" Wina yang tidak terima dengan apa yang terjadi berteriak keras sambil memukul d**a Kana, tak peduli di sana banyak tamu yang hadir dan mendengarnya. Setelahnya dia ambruk dan tak sadarkan diri. *** Hari itu, pernikahan Kana dan Laras akhirnya batal. Isak tangis Laras menyayat hati Kana ketika pergi ke luar masih dengan kebaya pengantinnya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Semua orang sudah termakan ucapan gila Keyra, termasuk Ayah angkatnya. Kana mengucap ijab qabul dengan d**a sesak, bukan pernikahan seperti ini yang ia inginkan. Seharusnya bukan Keyra yang menjadi mempelai wanitanya, tapi Laras yang bisa menjamin ketentraman hati dan hidupnya. Pesta pernikahan itu tidak bubar, tidak batal. Semua tamu yang hadir tetap menikmatinya, mengucapkan selamat pada Kana dan istrinya. Namun hati Kana murka, mulai hari ini, ia membenci Keyra. "Dimana kalian melakukannya?" Setelah acara selesai, Irwan memanggil anak dan cucunya untuk menghadap, lengkap dengan kedua orangtua Keyra. "Di rumah." Bukan Kana yang menjawab, melainkan Keyra. "Apa Kana memaksamu, Keyra? Apa dia yang memulainya?" Irwan tak percaya jika anak yang ia beri kepercayaan berbuat seperti ini, mengotori wajahnya dengan perbuatan bejad. "Tidak Kek, kita melakukannya atas dasar suka sama suka." Jawaban Keyra membuat semua orang yang ada di sana lemas seketika. Wina menangis, tak percaya putrinya menyukai Om-nya sendiri. Memang Kana hanya adik angkat baginya, tapi rasanya sulit dia terima. "Kalian bisa melakukan ini, itu berarti sudah tahu resikonya. Setelah ini, kalian bukan keluarga Bagaskara lagi." "Yah!" Wina tidak bisa terima, tidak jadi bagian dari keluarga Bagaskara lagi itu artinya sang Ayah akan membuang Keyra. Sebagai ibu dia tidak ingin anaknya hidup sengsara. "Diam Wina, itu pilihan mereka! Dan untuk kamu Kana, bersiaplah untuk kembali pada kehidupanmu yang sebelumnya. Saya tulus menjadikan kamu anak, sayangnya kamu lebih memilih untuk jadi anak angkat yang tidak tahu diri, membuat saya malu dan kecewa." Tubuh Kana lemas, dalam hidupnya ia tidak pernah membayangkan akan berada dalam situasi memalukan seperti ini. Keyra harus membayar mahal fitnah kejamnya. *** "Kenapa kamu tega melakukan ini Keyra?!" Kana menghempaskan tubuh Keyra ke atas ranjang. Malam yang seharusnya sedang ia nikmati bersama Laras berubah menjadi malam yang menguras emosi untuknya. "Karena aku cinta sama Om Kana, kalau nggak kayak gini Om pasti udah nikah sama Tante Laras." "Kamu itu masih kecil Keyra! Yang kamu rasakan itu bukan cinta, perasaan yang kamu miliki hanya sementara, masih bisa berubah kapan saja. Kamu tega mempermalukan keluarga kita hanya karena alasan cinta? Kita itu keluarga Keyra! Aku pamanmu, dan aku punya masa depan sendiri, tidak mungkin selamanya berasa di bawah ketiak Kakekmu, aku hanya anak angkat. Ingat itu!" "Om Kana memang pamanku, anaknya kakek. Maka dari itu kita tidak sedarah dan halal untuk menikah." "Tapi tidak pantas, Keyra! Ini memalukan, apa kamu tidak punya otak? Apa isi kepalamu kosong sampai tidak bisa berpikir bahwa ini salah?" "Aku juga sudah berusaha buat menepisnya tapi susah. Aku sudah berusaha meyakinkan hatiku kalau tidak perlu melakukan semua ini, tapi nggak bisa, Om," jawab Keyra. "Om pikir aku pergi dan nggak pengin datang ke pernikahan kalian karena apa? Karena aku nggak sanggup dan berusaha buat ikhlas Om Kana menikah sama Tante Laras, tapi aku nggak bisa, hatiku berontak." "Kamu adalah manusia paling egois yang pernah aku kenal, Key. Kamu mengorbankan hidup Om. Kamu buat Om gagal menikahi wanita yang Om cintai, yang Om inginkan." "Mau yang jadi istri Om itu tante Laras atau aku sama aja 'kan? Sama-sama perempuan, sama-sama punya lubang kenikmatan." Kana menampar pipi Keyra atas ucapan kurang ajarnya. Ia tidak menyangka, anak kecil yang dulu ikut ia sayang dan jaga berbalik memakannya seperti ini. "Pengantin baru itu harusnya dicium Om, bukan di tabok begini, sakit tahu." Kana menatap telapak tangannya yang memerah, pasti sakit. Tapi ini baru permulaan Keyra, batinnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.6K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
23.5K
bc

Kali kedua

read
223.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.3K
bc

TERNODA

read
204.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.9K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook