Gery yang menyaksikan dua orang wanita itu sedang berdiri berhadapan, mendadak dilanda kepanikan. Memijit dahinya pelan berharap tak ada sesuatu yang akan dilakukan Gelia pada Gendis, mengingat mantan kekasihnya itu suka nekat jika menginginkan sesuatu. Gelia menatap nyalang penuh ketidaksukaan pada mantan teman yang berakhir jadi musuhan hanya karena ke-iridengki-an. "Jadi kamu, Dis, alasan Gery memutuskan aku?" tanya yang lebih menyerupai tuduhan. Tentu saja Gendis tidak terima. "Jangan sangkut pautkan aku dengan urusanmu bersama Pak Gery." "Kamu nggak akan bisa ngelak, Gendis. Bukti sudah ada dan alasan apapun yang kamu lontarkan tidak akan membuat aku percaya. Di depan mataku, bisa-bisanya kalian jalan berdua. Bagaimana mungkin kalian bisa pergi ke kantor barengan jika tidak ada h