Gendis memijit pelipisnya. Jadi benar dugaannya bahwa Gery lah pelakunya. Ya, Tuhan. Bagaimana mungkin seorang CEO yang dikagumi banyak wanita, justru melakukan hal yang tidak pernah Gendis duga sebelumnya. Apa coba tujuan pria itu melakukan semuanya? Kasihan? Atau apa? "Pak Gery. Sebaiknya mulai besok Anda tidak perlu melakukannya lagi." Kening Gery mengernyit tidak suka. "Kenapa memangnya? Saya hanya ingin membelikan kamu makan pagi agar tidak perlu repot-repot menyuruh Pak Budi. Jadi begitu sampai kantor, makanan sudah ready. Kamu tinggal makan saja." "Iya saya tau. Tapi bapak membelinya dalam porsi yang banyak dan saya tidak mungkin memakan semua sendirian. Jadi setiap hari makanan itu saya bagikan ke teman-teman." "Nah, itu juga ide saya yang sengaja beli dalam jumlah banyak agar