Tatapan tajam Gandhi langsung mengarah pada Gery, begitu putra pertamanya itu baru datang dan langsung bergabung di meja makan. "Malam, Ma ... Pa!" Sapa pria itu dengan cengiran lebar. Wajahnya nampak berseri-seri dan itu kentara sekali. Sampai-sampai Gama yang melihat berdecak sebal karenanya. Punya kakak lelaki satu saja songongnya kelewatan. Begitu kira-kira dalam hati Gama mengumpati Gery. Namun, Gery mana peduli meski anggota keluarganya menatap aneh kepadanya. Sengaja malah Gery menunjukkan pada mereka betapa hatinya tengah berbunga-bunga. "Dari mana saja kau, Gery?" Gandhi yang sudah gatal pun pada akhirnya bertanya. Lelaki paruh baya itu begitu khawatir dengan perubahan sikap sang putra. Benarkah dugaannya bahwa Gery sedang mencoba mendekati Gendis? Ketakutan mulai melanda dan G