Emosi Vina kian tersulut begitu melihat mimik wajah Kirana yang tampak sengaja mengejeknya. Ketika ia mengangkat tangan hendak menampar Kirana, tanpa ia duga sebuah tangan mencengkeramnya dari belakang. Kirana bahkan Vina terkejut, cekcok mereka yang mulai merambat menjadi kekerasan tangan kini melibatkan Aditya sebagai penengah. Senyum Vina mengembang, ia yakin pria itu datang untuk membelanya. “Mas Aditya... Lihat betapa lancangnya dia menghinaku.” Gumam Vina dengan suara lembutnya, mencoba mencari perlindungan seakan dirinya yang berada di posisi lemah. Kirana yang melihat semua itu merasa muak, Vina yang bergelayut pada Aditya seakan ada kedekatan di antara mereka. Tetapi Kirana tak peduli, ia pun semakin menyadari bahwa perasaannya kepada Aditya mulai meredup, secepat itu, karena kes

