“Ha ha ha....” Tawa puas Kirana mengumandang di saat ia terjaga dari tidurnya di pagi hari dan mendapatkan wajahnya yang kembali mulus merona dalam satu malam saja. Masih sulit untuk ia percayai, Kirana pun membelalakkan sepasang matanya, menatap tanpa berkedip saking tak yakin bahwa apa yang ia lihat sekarang adalah kenyataan. Namun ekspresi kegirangannya lebih cepat terungkap lewat tawa puasnya. Kirana benar-benar girang, wajah cantiknya sudah kembali utuh tanpa meninggalkan bekas sedikitpun padahal luka bakar yang dideritanya cukup parah dan tidak masuk akal untuk sembuh secepat itu dengan sempurna. Lirikan mata Kirana beralih pada bedak yang telah menyelamatkan hidupnya, benda yang tak bisa dijelaskan dengan nalar itu diambilnya, senyum pun merekah dari bibirnya, pertanda kepuasan yan

