Ponsel Kirana yang sebelumnya sangat sepi, nyaris terlupakan oleh orang-orang yang mengenalnya hanya karena tahu kondisinya yang kemarin tak bisa dipakai lagi di industri hiburan. Kirana tersenyum sinis mengamati satu persatu nomor asing yang masuk pada pesan singkat hingga panggilan suara. “Cih, setelah aku kembali cantik dan membuat kehebohan, kalian baru merasa membutuhkan aku. Orang-orang seperti kalian hanya muncul ketika ada maunya, baiklah aku pun tidak akan menggunakan perasaan untuk menghadapi kalian.” Fokus Kirana mendadak tertuju pada sebuah pesan singkat yang masuk dan terbaca sekilas olehnya di layar, ia bergegas membuka pesan itu dibanding membiarkan rasa penasaran menguasai hatinya. Senyum lebarnya menyungging begitu tahu pesan itu membawa kebahagiaan padanya. Jemari lentik

