RENCANA LICIK

1089 Kata

Penyatuan yang terjadi di antara dua orang yang dimabuk nafsu itu akhirnya mencapai puncak kenikmatan. Keduanya masih berleha di atas ranjang, keintiman yang menuntun mereka menjadi dekat tanpa perlu melewati fase perkenalan. Vina kini menyandarkan kepalanya pada pundak Aditya, sesekali pria itu mengusap lembut dan mengecup puncak kepalanya. Vina tersenyum puas, meskipun hanya kedekatan fisik semata namun ia sudah sangat girang bisa mencicipi manisnya hubungan tubuh dengan pria impiannya. “Hmm... Boleh aku tahu, kenapa kamu mlih aku buat gantiin dia?” Tanya Kirana penasaran dan tentunya ia merasa sangat bersyukur dengan posisinya sekarang, hanya saja belum puas rasanya jika belum mendengar alasan langsung dari pria itu. Aditya mengerutkan dahinya, “Hmm... Kenapa? Kamu nggak suka ya?” Vi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN