"Kita periksa kehamilanmu siang ini," ucap Devan memecah kesunyian. Suaranya rendah namun penuh otoritas yang tenang. "Kebetulan jadwalku sedang senggang." Cahaya matahari siang yang menembus jendela besar ruang makan penthouse memberikan rona keemasan pada meja marmer panjang itu. Suasana hening, hanya denting sendok dan garpu yang sesekali beradu dengan piring porselen. Devan, dengan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku, tampak lebih santai dari biasanya. Ia meraih sepotong bebek panggang dengan gerakan anggun, lalu meletakkannya di piring Nara. Nara menghentikan kunyahannya. Ia mendongak, menatap pria di hadapannya dengan raut bingung. Sudut matanya masih menyiratkan sisa-sisa kelelahan akibat morning sickness semalam. "Dokter Mira sering memeriksa kandunganku secara ber

