Bab 88

1938 Kata

Suasana sore di penthouse itu terasa sedikit tegang, berpusat pada sebuah mangkuk kecil berisi cairan pekat berwarna kecokelatan. Bau rempah yang tajam dan pahit menguar, memenuhi indra penciuman Nara yang belakangan ini menjadi sangat sensitif. “Non… ayo, sesuap aja lagi. Ini bagus untuk menguatkan kandungan,” bujuk Yeni dengan sabar. Ia menyodorkan sesendok ramuan tradisional yang aromanya saja sudah cukup membuat perut Nara bergejolak. Nara memundurkan kepalanya, wajahnya menunjukkan penolakan mutlak. “Demi Tuhan, Yeni. Lambungku sudah penuh dengan vitamin, s**u, dan buah. Sekarang kamu mau mencekokiku dengan jamu pahit ini? Apa kamu udah resmi jadi anggota tim sukses Devan?” gerutunya dengan tatapan sinis. Yeni tertawa kecil, tidak merasa terintimidasi oleh kekesalan majikannya. “Du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN