“Kenapa kamu melakukan ini?” tatapan kebencian itu masih terasa menusuk ke hari, walaupun nada bicaranya tidak sedingin beberapa waktu lalu. Alifa sudah menunggu, kedatangannya jauh lebih lambat dari dugaan. Setelah beberapa hari Kiara di rawat di rumah sakit, barulah Rianti datang. Bukan untuk berkunjung, bukan juga untuk melihat atau menanyakan keadaan Kiara, tapi untuk memastikan sesuatu. Menunjukkan bahwa hatinya masih sangat kesal dan menganggap Alifa adalah sumber kekesalannya. “Apa yang kulakukan?” Alifa balik bertanya. Saat ini tidak perlu berbicara dengan nada hormat, hubungan keduanya bukan lagi karyawan dan Bos. “Aku ingin tahu kebenarannya,” Ucap Rianti lagi. “Bu Tika pasti sudah memberitahu, apalagi yang ingin kamu ketahui?” “Ternyata aku menikah dengan seseorang

