Bab 18 - Ancaman Mantan Suami

1011 Kata

Alya yang semula duduk di hadapan Barra tampak gelisah sejak ponselnya berbunyi. Suara notifikasinya cukup keras. Membuat Barra otomatis menoleh. “Siapa yang kirim pesan?” tanya Barra, alisnya terangkat curiga. Alya buru-buru mengunci layar ponselnya. “Oh… Ini cuma pesan dari tukang makanan. Aku pesan makan siang online. Sebentar lagi dianter,” jawabnya singkat sambil tersenyum dipaksakan. Barra mengangguk, meski matanya sempat menangkap perubahan raut wajah Alya yang seperti ketakutan. Namun sebelum ia sempat bertanya lebih jauh, Alya tiba-tiba berdiri. “Aku keluar dulu ya, Mas. Mau ambil pesanannya,” ucap Alya sambil membungkuk sedikit, lalu berlari kecil keluar dari ruangannya. Barra hanya memandang punggung Alya yang menjauh. Perasaan ganjil muncul tanpa ia mengerti sebabnya. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN