Bab 17 - Kedatangan Istri CEO

1321 Kata

Kirana sedang menyapu ruang tengah ketika Nenek tiba-tiba menepuk pelan lengannya. “Kirana, berhenti dulu,” ujar Nenek dengan nada lembut tapi tegas. Kirana menoleh, masih memegang sapu. “Kenapa, Nek? Masih banyak yang harus aku bereskan.” Nenek menggeleng. “Tidak pantas seorang istri CEO bersih-bersih rumah seperti ini. Biarkan saja ART yang mengurusnya. Kamu itu istri Barra, bukan pembantu.” Kirana langsung panik kecil dan mengusap sisi apron yang ia pakai. “Tapi Kirana tidak apa-apa, Nek. Kirana juga terbiasa—” “Sudah, sudah.” Nenek memotong sambil tersenyum kecil. “Ayo siap-siap. Kita ke kantor Barra. Kamu belum pernah pergi ke sana kan? Sekalian kamu bawakan makan siang untuk suamimu.” Mendengar itu, pipi Kirana langsung memanas. “Ba–bawakan makan siang, Nek?” “Tent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN