Rumah berhalaman rosemary itu semakin sering dipenuhi cahaya pagi yang menenangkan. Angin berhembus lembut, membawa aroma dedaunan yang basah dan wangi tanah setelah hujan dini hari. Dan seperti rutinitas yang tidak pernah sengaja mereka rencanakan, Greta dan Novan selalu bangun bersama—meski salah satu dari mereka sering pura-pura masih tidur hanya untuk menunggu yang lain menggeliat manja terlebih dahulu. Pagi itu, Greta terbangun dengan pelan. Udara masih dingin, cahaya matahari menembus celah tirai, membentuk garis-garis hangat di atas selimut mereka. Ia menoleh ke samping. Novan masih tertidur, tapi lengannya sudah terentang ke arahnya—kebiasaan lama yang selalu membuat Greta merasa dipilih, setiap pagi selama bertahun-tahun. Tapi yang membuat Greta tersenyum paling besar adalah su
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


