77

2053 Kata

Bulan-bulan kehamilan Greta berjalan dengan penuh haru dan tawa. Rumah kecil mereka dipenuhi suara Novan yang cerewet, suara Greta yang menenangkan, dan suara detak jantung kecil yang setiap bulan mereka dengar di ruang USG. Dan akhirnya, hari itu tiba. Hujan gerimis turun perlahan pagi itu, seperti dunia sedang menenangkan Greta yang sedang berbaring dengan wajah menahan kontraksi. “Van…” suara Greta pecah, peluh membasahi pelipisnya. “Kayaknya… waktunya.” Novan yang sedang menyiapkan roti panggang langsung menjatuhkan piring. “Waktunya? SEKARANG? Ini serius? Gre? Kamu yakin? Gimana kalo—” Greta menarik kausnya. “Van. Tolong ambil kunci mobil. Anaknya nggak bisa nunggu kamu panik sepuluh menit.” Novan langsung melesat begitu cepat seperti atlet lari 100 meter, lalu kembali sambil m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN