72

1690 Kata

Greta menatap dalam-dalam mata Novan, seolah takut membaca jawaban yang bisa meruntuhkan seluruh ketenangannya. Namun Novan hanya tersenyum lembut, mengusap pipi Greta yang sedikit pucat. “Aku gak akan ninggalin kamu hanya karena satu hal, Greta,” ucapnya pelan namun tegas. “Cinta yang aku punya sama kamu bukan sesederhana itu.” Greta menunduk. Ada air bening yang menggantung di ujung matanya. “Tapi… aku takut, Van. Semua ini berantakan. Nadiva hamil, orang-orang pasti nuduh kamu. Nanti kalau aku juga—” Novan langsung menarik tubuh Greta ke dadanya, merengkuhnya hangat. “Dunia boleh runtuh, tapi aku tetap pegang tangan kamu,” bisiknya. Greta terdiam. Pelukan itu… entah kenapa justru membuat perasaannya semakin campur aduk. Ada lega, ada takut, ada bahagia, dan ada luka lama yang masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN