Bab 88

1372 Kata

Hidupku kian sempurna saat dua bayi sekaligus lahir ke dunia. Ini seperti sebuah hadiah tidak terduga, memang harusnya kami sudah memiliki dua buah hati jika yang satu dulu tidak keguguran. Tapi kebahagiaanku terasa kurang sempurna, aku malah khawatir melukai bayi-bayi itu hingga tak berani menyentuhnya. Mereka begitu lemah, semua bagian tubuhnya terlihat ringkih, kulitnya begitu lembut dan aku takut mereka terluka jika aku salah memegangnya. Bahkan saat kucoba menyusui salah satu dari mereka, bayi itu terlihat kesusahan, demikian juga denganku. Ternyata menyusui tak semudah yang terlihat. Apa boleh buat, akhirnya aku menjadi ibu perah. Untung saja Mas Hanan tidak mempermasalahkan hal itu. Satu lagi yang membuatku tidak bahagia, berat badanku tidak bertambah seperti layaknya orang men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN