Bab 32

1107 Kata

Xin Yao duduk sendirian di bawah pohon plum yang sedang gugur. Kelopak bunganya beterbangan, jatuh menyentuh bahunya. Namun, sedikitpun ia tak bergeming. Tatapannya kosong, pikirannya melayang jauh entah ke mana. Kaisar Zhen datang tanpa suara, hanya langkah jubahnya yang menyentuh kerikil jalanan. Ia menghentikan langkahnya saat melihat tingkah laku selir kesayangannya."Kenapa wajahnya tampak murung? Seolah ada kesedihan yang mendalam di matanya." Akhirnya ia mendekat, suaranya lembut namun penuh wibawa. “Kenapa kamu melamun? Apa ada yang mengganggumu?” Xin Yao tersentak kecil. Ia menoleh, wajahnya sedikit gugup. “Yang Mulia …” ucapnya lirih, lalu menghela napas panjang. “Tidak ada yang menggangguku. Aku … hanya memikirkan nasibku.” Alis Kaisar sedikit berkerut. Ia duduk di samping

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN