Bab 36

1018 Kata

"Paduka, saya harus meracik dulu obat untuk Panglima Zhang!" kata Xin Yao setelah sang tabib menjabarkan keadaan sang Panglima. "Baiklah, aku ikut denganmu!" Lelaki itu pun melirik ke tabib istana yang sedari tadi hanya diam. "Kamu juga ikut, tabib!" Mereka bertiga pun menuju ke ruang obat. Saat memasuki ruangan itu, aroma ramuan herbal memenuhi indera penciuman mereka. Xin Yao pun mulai menyiapkan apa saja yang dia perlukan. Mulai dari daun kering, akar pahit, dan bubuk ginseng ditumbuk perlahan oleh Xin Yao. Wajahnya serius, menambah kesan seksi di mata Kaisar. Alisnya yang berkerut saat ia menakar bahan membuat lelaki berjanggut itu tak mampu lagi menahan gejolaknya. Kaisar Zhen terus memperhatikan setiap gerakan Xin Yao. Mencoba menahan gejolak yang semakin membara di d**a. “Xin Y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN