Pedang Kaisar Zhen berkilat di bawah cahaya obor. Darah menetes di ujung mata pedang, tubuhnya penuh peluh, namun tatapannya masih setajam elang. Pasukan Shang terus mengalir masuk seperti gelombang tanpa henti. “Paduka! Mereka terlalu banyak!” teriak seorang prajurit Hanyuan sambil terhuyung. Kaisar menghunus pedangnya, menebas seorang lawan yang berusaha menyerang dari belakang. “Jangan gentar! Selama aku masih berdiri, Hanyuan tidak akan jatuh!” Serangan demi serangan datang, tombak menusuk, pedang menghujam. Kaisar Zhen bergerak lincah, tubuhnya seakan menari di tengah hujan senjata. Satu demi satu musuh tumbang di bawah tebasannya. Namun jumlah pasukan Shang seolah tak ada habisnya. Barisan mereka makin rapat, mendorong pasukan Hanyuan ke belakang. Seorang penjaga pintu gerbang b

