Bab 38

1000 Kata

“Xin Yaoooo!” Waktu seakan melambat. Kaisar berlari ke arah benteng, menerobos pasukan musuh yang mencoba menghalangi. Amarahnya meledak. Setiap pedang yang menghalanginya dia tebas tanpa ampun. Di atas, Xin Yao masih terkejut, tubuhnya kaku. Namun di detik terakhir, salah satu pemanah menubruknya, membuat panah itu meleset sedikit. Ujung panah tajam hanya menyayat lengan Xin Yao, meninggalkan luka dalam yang langsung mengucurkan darah segar. “Aaakhhh!” Xin Yao meringis, tubuhnya hampir terhuyung. Pemanah yang menyelamatkannya pucat pasi. “Nona Xin! Maafkan hamba, hamba tak sempat—” Xin Yao menahan rasa sakit, tangannya menekan luka berdarah di lengannya. Meski wajahnya pucat, dia masih berusaha berdiri tegak. “Jangan berhenti … terus panah musuh! Kaisar masih butuh kita!” Prajurit-p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN