"Ibu Suri tiba!" Kaisar Zhen duduk di tepi ranjang, memegangi tangan Xin Yao saat pelayan memberitahukan kedatangan Ibu Suri. Ibu Suri masuk dengan langkah berat. Meski wajahnya penuh kekhawatiran, namun sorot matanya menyimpan maksud lain. “Anakku, bagaimana keadaannya?” tanya wanita paruh baya itu dengan suara hampir tak terdengar. "Tabib-tabib istana sudah silih berganti memeriksanya, tapi jawaban mereka selalu sama. Hanya gelengan kepala dengan wajah putus asa," jawab Kaisar sambil menatap napas Xin Yao yang sedikit tersengal, dan tubuhnya yang terus menggigil karena racun sudah merambat ke seluruh tubuh. Ibu Suri menghela napas panjang. “Satu-satunya cara menyelamatkan tabib itu adalah dengan pergi ke negeri Shang. Hanya mereka yang memiliki obat penawarnya.” Kaisar Zhen menoleh

