“Apa kamu yakin dengan ucapanmu? Terakhir kali kamu berjanji—“ “Aku tidak mengingkari janji,” potong Mario, “sesuai kesepakatan, waktu pernikahan kita masih beberapa minggu lagi. Iya, ‘kan? Dan jika aku pergi tanpa kabar, bukan kamu atau Abs yang jadi alasan utamanya.” Mario memang benar. Rencana pernikahanku dengannya memang masih menyisakan waktu. Namun, pria gila ini sudah mengabaikanku selama berminggu-minggu. Ia pergi tanpa kabar. Calon istri mana yang tidak khawatir ketika calon suaminya menghilang tanpa jejak. Mario memang pandai membuat alasan. “Kalau bukan aku atau Abs yang menjadi alasan, kenapa kamu tidak memberiku kabar?” Kuperhatikan Mario hanya diam. Dia kemudian melemparkan tatapannya ke depan dan itu membuatku berpikir kalau apa yang kupikirkan selama ini benar. Mario t

