37. Ajakan IbuTiri Mario

1620 Kata

“Kenapa diam saja? Kenapa tidak kamu angkat teleponnya?” Pertanyaan Mario tiba-tiba saja membuat telingaku dijejali bunyi detak jantungku yang mengencang. Aku bingung. Meskipun kami sudah berada sangat jauh dari Abs, bisa saja Mario masih menyimpan rasa tidak sukanya yang besar terhadap Abs. Aku harus bagaimana? “Kenapa tidak kamu angkat?” Nada tanya Mario yang pelan tapi menekan membuatku bertambah gugup. Sumpah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku senang Abs menghubungiku. Itu artinya keadaan Abs sudah lebih baik sejak ia mengalami kecelakaan. Namun, aku tidak kuasa untuk berbicara dengan Abs di depan Mario. Hingga dering telepon mati dan akhirnya berdering kembali, aku masih menggenggam ponselku. “Kakakmu, ‘kan? Terima saja. Siapa tahu dia kangen sama kamu. Ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN