36. Panggilan Tak Diharapkan

1863 Kata

Walaupun peringatan Mario tentang Debby masih menjadi tanda tanya besar di kepalaku, tapi aku tetap berkeyakinan kalau Debby tidak seperti yang dikatakan Mario. Wanita itu tampak humble. Terbukti, senyuman terus berkembang di bibirnya selama sesi makan malam. Wanita berpenampilan hot itu pun sesekali mencetuskan leluconnya di sela-sela obrolan dengan stafnya Mario. Musik jazz mengalun merdu memenuhi kebun dan taman buatan di atap gedung ini setelah sesi makan malam selesai. Sebagai pasangan pengantin baru, aku dan Mario mendapat kehormatan untuk menjadi yang pertama yang turun ke lantai dansa. Romantis banget, tapi jujur saja aku tidak bisa berdansa. Seharusnya Mario memberiku les dansa singkat sebelum acara makan malam ini dilaksanakan. “Ikuti saja gerakanku.” Bisikkan Mario di telinga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN