Salju semakin tebal di luar jendela, menumpuk di jalanan yang sepi dan dingin. Aku duduk di sofa tua di rumah kecil Estrella, mencoba menghangatkan tubuhku dengan selimut yang diberikannya. Meski sedikit lega karena sudah jauh dari Debby, aku masih merasa was-was. Kepalaku masih berdenyut, dan rasa pusing sesekali menyerang. Estrella berusaha menenangkanku, menambahkan teh hangat yang nyaris kosong dalam cangkirku. Aku mulai merasa sedikit lebih baik, meski rasa takut dan kebingungan masih menggelayut di benakku. Ketika kami sedang dalam keheningan yang canggung, tiba-tiba terdengar deru mesin, mungkin snowmobile, dari luar rumah. Suaranya tidak biasa, lebih keras dan lebih kasar daripada mobil biasa. Aku mendadak tegang, pikiranku langsung menuju Mario. Apa mungkin dia sudah datang un

