Pertemuan antara Mario dan Estrella berlangsung dengan penuh haru dan kebahagiaan. Air mata mengalir di wajah mereka, dan aku merasa sangat bersyukur bisa menyaksikan momen indah ini. Setelah beberapa saat dalam pelukan hangat itu, Mario akhirnya menoleh padaku, memperkenalkan aku secara resmi kepada ibunya. “Ma, ini Carissa. Istriku,” katanya dengan suara lembut tapi penuh kebanggaan. Estrella mengulurkan tangannya dan menarikku ke dalam pelukan, seolah-olah aku sudah menjadi bagian dari keluarga ini sejak lama. “Terima kasih sudah menjaga anakku, Carissa,” katanya dengan suara bergetar. Aku merasakan kehangatan dan ketulusan dalam setiap kata-katanya. Setelah suasana sedikit tenang, Mario menatapku dengan sorot yang penuh kekhawatiran. “Sekarang, ceritakan padaku apa yang sebenarnya t

